
Kilasnusantara-SURABAYA- Cinta budaya Nusantara. Moto dari Paguyuban Pelestari Budaya Aksara Jawa (P2BAJ) Jawa Timur mengadakan pemasangan papan nama aksara Jawa di situs budaya yang ada Gunung Arjuna pada Sabtu (02/07/2022).
Kegiatan ini dilakukan kerjasama P2BAJ dan beberapa organisasi pencinta budaya dan kalangan pelaku spiritual yang ada di Jawa Timur, diantaranya Komunitas Indigo dan Telepati Surabaya (KITS), Trabas Alas, Bima Kartika Channel , Pendaki Napas Tua, Generasi Kawula Muda Jawa, Pemuda Pecinta Alam termasuk Himpunan Tokoh dan Pegiat Budaya Surabaya.
Menurut Ki Bagus Empu Batu, Ketua rombongan, kegiatan ini dimaksudkan, dikhususkan pada sosialisasi pemasangan papan nama aksara Jawa yang sempat vakum saat pandemi. Selama 2 hari, Sabtu dan Minggu tim mendaki Gunung Arjuna dan memasang papan nama aksara Jawa di situs-situs yang ada di Gunung Arjuna, Purwosari, Pasuruan.
Adapun tempat situs-situs tersebut adalah, Guo Onto Bugo, Tampuono, Sendang Dewi Kunti, Petilasan Eyang Sakri, Eyang Semar, Candi Mahkutoromo, Candi Sepilar hingga situs Jawa Dwipa yang merupakan situs jalur di Gunung Arjuna.
Kegiatan Jelajah situs leluhur sekaligus papanisasi Aksara Jawa ini, menurut Ki Bagus, guna melestarikan Aksara Jawa yang selama ini tidak tampak eksistensinya di situs yang bernuansa kultur budaya jawa tersebut.
“Ini bertujuan mengembalikan peran Aksara Jawa pada peninggalan leluhur kita sekaligus edukasi kepada masyarakat atau pengunjung yang datang ke situs ini,” papar Ki Bagus saat dikonfirmasi Kilasnusantara di Basecamp KITS pada Senin pagi (04/07/2022).
Lebih dari itu, tambahnya, menunjukkan kembali bahwa Jawa Timur memiliki Aksara Jawa yg selama ini sudah tersisihkan di masyarakat dan seharusnya dilestarikan bersama. Selain itu memberi edukasi pada masyarakat dengan adanya papan nama bertuliskan Aksara Jawa berarti mengingatkan kembali peradaban Nusantara yang mulai terkikis oleh zaman.
“Ini yang harus kita jaga dan kita lestarikan,” jelasnya.

Dipandu juru rawat situs, Karnadi, sebanyak 29 orang dalam tim ini bekerjasama memasang papan nama aksara Jawa, diantaranya Hari Nurdin, Sya’roni, Awang, Dion, Indira dan lainnya juga didampingi Ki Jafar, Bima Kartika, Bambang dan Zaenab selaku Divisi Pelestarian dan Pengembangan di Paguyuban Pelestari Budaya Aksara Jawa Jatim.
Kegiatan ini juga mendapatkan Support dan apresiasi dari Marsekal Muda TNI AU Tri Bowo, Ki Sugeng Adipitoyo, Ki Dhani, Ki Dharmo soeryonegoro dan Karyo selaku Pembina di Paguyuban Pelestari Budaya Aksara Jawa.
Menurut Tri Bowo, dengan adanya Papanisasi ini, diharapkan semua pihak, baik Institusi maupun stakeholder lainnya ikut berperan aktif untuk mengembangkan kebudayaan di Jawa Timur ini menuju Jawa Timur bangkit berbudaya.
Tidak hanya itu, diharapkan agar pemasangan papanisasi aksara jawa ini bisa menunjukkan eksistensi besar peran leluhur di tanah Jawa yang memiliki nilai Adi luhung bangsa, di mana generasi muda akan selalu diingatkan, bahwa bangsanya memiliki aksara sebagai pusaka bangsa seperti halnya negara-negara besar lainnya di dunia.
Yang terpenting adalah, masyarakat luas tahu dan wajib ikut serta melestarikan dan mengembangkan aksara jawa sebagai kebudayaan yang selama ini ada di Indonesia. (Mwd).
Tinggalkan komentar